Pemodelan simulasi black jack bisa dibuat melalui  Ms.Excel dan ini adalah caranya :
1. kartunya terdiri dari 52 kartu:

=ROUND((cell/52);4)

Setelah itu kita akan memulai permainan. Permainan ini akan di lakukan selama 15 kali permainan dan setiap 3 kali permainan maka kartu akan kembali ke awal :


Iklan

Membangkitkan bilangan acak dengan metode Linier Congruential Generator (LCG) untuk i=0 sampai i=30.
a. n_i=(7n_(i-1)+5) mod(32);n_0=7
b. n_i=(5n_(i-1)+11) mod(512);n_0=535
c. n_i=(5n_(i-1)+11) mod(512);n_0=???
Kemudian transformasikan kedalam bil acak kontinyu dan diskrit dengan interval antara 0 dan 10..

nama : Ari Andika Setiwan

nim   : 09410100057

 Data Movement and Distribution Database

Data Movement
Proses data movement ini adalah memindahkan (dapat diakatakan membackup juga) data – data dari database yang berupa data, indeks, grand, schema, dan lain – lain ketempat baru. Tempat baru ini bisa ke dalam database baru atau memang untuk dibackup saja.
– Load=import yang berarti memasukkan data dari transaksi ke dalam tabel, berupa insert data baru atau update.Isi database sesuai kebutuhan
– Unload adalah export  dari database ke data file.

Jika dilihat, load tersebut behubungan dengan import dan upload berhubungan dengan export
Load berfungsi untuk memasukan data / transaksi ke sebuah table. Dapat dikatakan juga insert, replace, atau update. Sedangkan upload berfungsi untuk membuat dari data table ke fisik / file. Kelemahan load adalah dalam prosesnya bisa saja terjadi data yang tidak berpindah secara sempurna.
Upload Parameter
  • Limit [membatasi beberapa record]
  • Sample [mencari sample yang telah ditentukan]
  • When [berdasarkan kondisi]
Dan pada upload, hanya satu parameter saja yang dapat berjalan alias tak bisa berjalan bersamaan apabila parameternya lebih dari 1.
Bulk Data Movement (Software Pendukung)
  • ETL [Extrat Transform Load], software yang focus terhadap data warehouse
  • Replication and Propagation, software yang memonitoring source database dan target, dan yang dihasilkan oleh software ini adalah pencatatatn log.
Perlu diperhatikan juga hak akses dalam load & unload, import & export minimal adalah akses select.
Distribution Database
Dalam distribution database terdapat 3 istilah yaitu :
  • Autonomi [idependent], untuk tabel umum akses yang diberikan berbeda dari setiap user.
  • Isolation [stand alone], untuk tabel khusus (privacy) itu terpisah dari user.
  • Transparancy [all user], akses tabel terpisah dari user tetapi user masih dapat mengaksesnya.
Lawan dari database terdistribusi adalah database terpusat. Server yang terpusat memang diuntungkan dalam sisi maintenance sedangkan server terdistribusi lebih rumit dalam proses integrasinya.
Jika database terdistribusi paling tidak membutuhkan Sumber Daya Manusia [SDM] yang baik, network yang lebih baik karena permasalahan network itu sangat fatal dan biasanya permasalahannya tidak jauh – jauh dari permasalahan traffic network. Dan yang tidak boleh dilupakan adalah request dan respon.

STORAGE MANAGEMENT

 Structure Memory
Memory di Oracle digunakan untuk menyimpan:
–  Kode program yang akan dieksekusi
–  Informasi tentang session
–  Data yang akan dieksekusi
–  Informasi yang di share dan dikomunikasi oleh       proses yang lain. Misalnya locking information
–  Cache information
Dasar struktur memory yang berhubungan dengan oracle:
–  Software code ares
–  System Global Area (SGA)
–  Program Global Area (PGA)
–  Sort area
 Softwere Code Area
Bagian dari memory yang digunakan untuk menyimpan kode program yang akan dieksekusi. Perintah/kode oracle disimpan di software code areas yang biasanya berada di tempat yang berbeda-beda sesuai dengan program dari user.  Ukuran software codes areas statis, berubah jika dilakukan installasi ulang atau update.
Memory Structure dasar yang berhubungan dengan Oracle instance adalah :
–  System Global Area (SGA) : di-share oleh semua server dan background process
–  Program Global area (PGA) : Private untuk masing-masing server dan background process. Satu PGA untuk masing-masing proses.
System Global Area (SGA)

Merupakan memory area yang meliputi data dan control informasi untuk instance.
SGA mencakup data struktur berikut ini:
–  Database buffer cache : cache block data yang didapat dari database
–  Redo log buffer : cache redo informasi (digunakan pada saat instance recovery) hingga informasi siap dituliskan di tempat penyimpanan fisik redo log file pada disk
–  Shared pool : cache untuk berbagai macam file yang digunakan oleh semua user
–  Large pool  : area opsional yang menyediakan memory yang banyak untuk proses besar seperti operasi oracle backup dan recovery
–  Java pool : digunakan untuk semua session khusus untuk java code dan data dalam Java Virtual machine (JVM)
– Steams pool : digunakan oleh oracle steam
  Program Global Area (PGA)
— Merupakan memory yang terdiri dari data dan control information untuk masing-masing proses server.
—Proses dalam oracle server memberikan layanan bagi client. Masing-masing proses server memiliki PGA sendiri-sendiri yang dibuat saat proses di server dimulai.
—PGA diakses secara eksklusif oleh server proses, dan PGA ditulis dan dibaca hanya oleh kode oracle.
 Manajemen ASM
          Automatic Storage Management (ASM) yang dimiliki oleh Oracle 10g ini dapat meningkatkan kemampuan dalam memanajemen dan menkonsolidasikan antar data dalam basis data/ database.
           Fungsi dasar dari ASM adalah melakukan manajemen penyimpanan data pada storage dengan mendefinisikan storage berdasarkan grup-grup tertentu untuk mengurangi adanya redundansi data, khususnya ketika seorang DBA melakukan penyimpanan data.
ASM menyediakan fungsionalitas sebagai berikut:
—Mengatur kelompok disk, disebut disk group.
—Mengelola disk redundansi dalam suatu disk group.
—Menyediakan dekat-optimal I / O menyeimbangkan tanpa tuning manual.
—Memungkinkan manajemen objek database tanpa menyebutkan mount point dan nama file.
—Mendukung file ukuran besar.
 TableSpaces

Oracle mempunyai definisi tablespace yang sama dengan DB2.
—Tablespace merupakan bagian dari arsitektur logic database Oracle [secara sekilas, struktur logik database Oracle adalah tablespace, segment, extent, dan block].
—Tablespace digunakan sebagai tempat (storage) bagi segment (object database)

Di Oracle terdapat 4 jenis tablespace

—System tablespace
Menyimpan informasi operasional dan menentukan atribute dari data yang disimpan seperti tipe data, besar maksimum dari sebuah column, pemilik data dan lain-lain.
—SYSAUX tablespace
Sebagian besar dari tool yang digunakan untuk menjalankan aktifitas database menyimpan object dan informasi di dalam tablespace ini. Ketika database dibentuk, tablespace ini wajib dibuat.
—Default temporary tablespace
Berguna untuk penampungan sementara dari hasil output resultset atau untuk mendukung aktifitas seperti sorting. Sangat berguna jika memory yang ada tidak cukup untuk menjalankan sebuah operasi.
—Undo tablespace
Berguna untuk menyimpan row yang diubah namun belum dicommit atau diroll back.
DataFile
Sebuah tablespace di database Oracle terdiri dari satu atau lebih datafiles fisik. Suatu datafile dapat dikaitkan dengan hanya satu tablespace dan hanya satu database.

Oracle menciptakan datafile untuk tablespace dengan mengalokasikan jumlah tertentu pada ruang disk

 RedoLog
Redo Log File merupakan jenis berkas yang sangat penting. Berkas Redo Log File yang rusak kadang membuat database sama sekali tidak bisa dibuka. Redo Log Files ini pada umumnya memuat transaksi transaksi, namun dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama.
Fungsi Redo logs
—Recover database
—Update standby database
—Mendapatkan informasi tentang History penggunaan database
Redo logs memiliki tingkat status:
—CURRENT : status ini berarti kelompok redo log files sedang ditulis oleh LGWR ( Log Writer ) untuk merekan data – data redo untuk semua transaksi yang terjadi di basis data.
—ACTIVE : Status ini berarti kelompok Redo Log Files masih memuat data – data redo yang diperlukan untuk pemulihan instance.
—INACTIVE : Checkpoint yang dibicarakan dia atas sudah dieksekusi, yang berarti kelompok Redo Log Files yang bersangkutan tidak diperlukan lagi dalam pemulihan instance, dan dapat digunakan sebagai kelompok CURRENT

Disaster Recovery Planning

Disaster recovery planning

Disaster (bencana) didefinisikan sebagai kejadian yang waktu terjadinya tidak dapat diprediksi dan bersifat sangat merusak. Pengertian ini mengidentifikasikan sebuah kejadian yang tiba-tiba, tidak diharapkan, bersifat sangat merusak, dan kurang perencanaan. Bencana terjadi dengan frekuensi yang tidak menentu dan akibat yang ditimbulkannya meningkat bagi mereka yang tidak mempersiapkan diri terhadap kemungkinan-kemungkinan timbulnya bencana. Berbagai bencana yang mungkin terjadi antara lain adalah:
Backup Database
Yaitu suatu proses yang mengacu kepada pembuatan salinan data dari database, sehingga salinan ini dapat digunakan untuk mengembalikan data semula dari peristiwa kehilangan data ataupun kerusakan data.
Perencanaan database adalah proses pembuatan atau pengembangan struktur database yang sesuai dengan data yang dibutuhkan oleh pengguna atau user.

Perencanaan database memiliki langkah – langkah penting yaitu :

  • Mendefinisikan kebutuhan (Requirement definition)
  • Jenis informasi yang harus diperhatikan (Informasi yang menjelaskan struktur data dan menggambarkan aturan atau batasan yang dapat menjaga integritasi data)
Fokus dalam mendefinisikan kebutuhan :
  • Mendefinisikan lingkup database
  • Memilih metodelogi
  • Mengidentifikasi pandangan user
  • Model data struktur
  • Model data constraints
  • Mengidentifikasi kebutuhan operasional
Disaster Recovery Planning
Yaitu merupakan serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk mengurangi dan membatasi resiko – resiko buruk (bencana) dan nantinya membuat kerugian – kerugian pada proses bisnis yang ada. Dapat dikatakan bahwa proses ini adalah sebuah proses penanggulangan – penganggulangan atau rencana untuk menanggulangi suatu bencana pada proses bisnis.
Beberapa Keuntungan dari Disaster Recovery Planning
  • Memperbaiki system proteksi terhadapat setiap aset – aset penting yang dimiliki oleh perusahan tersebut.
  • Membuat system proteksi infomasi atau data – data perusahaan lebih efektif.
  • Mengurangi resiko bencana akibat kesalahan manusia
  • Memperbaiki manajemen perusahaan
Database Security
Keamanan Data base
Database Security
Sebuah database harus memiliki sebuah kemanan yang baik agar mencegah hal – hal yang tidak diinginkan. Kerahasiaan data adalah contoh pentingnya sebuah keamanan data. selain itu terdapat beberapa prinsip hak minimum:
Prinsip Hak Minimum
1.                  Hanya menginstall software yang diperlukan oleh mesin
2.                  Aktifkan layanan yang hanya diperlukan oleh mesin
3.                  Berikan OS dan akses database hanya pada para pengguna yang membutuhkan akses
4.                  Membatasi akses ke root atau account administrator
5.                  Membatasi akses ke account SYSDBA dan SYSOPER
6.                  Membatasi jumlah user dengan hak akses administrator
Menerapkan Prinsip Hak Minimum
1.                  Melindungi data dictionary
2.                  Menolak hak akses yang tidak perlu dari PUBLIC
3.                 Membatasi akses direktori-direktori pada sistem operasi yang dapat diakses oleh user
4.                 Membatasi jumlah user dengan hak akses administrator
5.                 Menbatasi autentikasi user pada database   secara remote
Melindungi Data Dictionary
Directionary dengan memastikan parameter inisialisasi berikut di set FALSE
07_DICTIONARY_ACCESSIBILITY = FALSE;
Konfigurasi ini mencegah user dengan ANY TABLE system privilege mengakses table dasar dari data dictionary
Nilai FALSE juga mencegah user SYS dari logging selain SYSDBA
Default nilai parameter ini FALSE. Jika di set TRUE, maka harus ada alasan yang benar-benar sesuai.
Menolak Hak Akses dari Luar yang Tidak Diperlukan
1.      Menolak hak akses yang tidak perlu dan role-role dari database server dengan group PUBLIC
2.      Mengeksekusi paket-paket yang harus tolak dari PUBLIC, antara lain :
ü    UTL_SMTP
ü    UTL_TCP
ü    UTL_HTTP
ü    UTL_FILE
Membatasi User dengan Role DBA
Menolak hak akses seperti berikut :
1.      Menolak hak akses system dan object secara penuh
2.      Koneksi hak akses SYS, SYSDBA dan SYSOPER
Membatasi Autentikasi User pada Database Secara Remote
1.      Autentikasi secara remote hanya digunakan ketika anda memberikan kepercayaan kepada client dengan autentifikasi sewajarnya
2.      Proses autentifikasi remote :
ü    User mengakses database dari luar
ü    Remote autentikasi dilakukan oleh User
ü    User masuk ke database
3.      Instance diinisialisasi parameter dengan setting default
Mengelola Akun User Standar
1.             DBCA membatasi dan mengunci semua account, kecuali:SYS, SYSTEM, SYSMAN, DBSNMP
2.             Untuk membuat database secara manual, kunci dan batasi akun yang tidak digunakan
Implementasi  Fitur- Fitur Keamanan Password Standar
Fitur-Fitur Standart Keamanan
Memberikan Fungsi Verifikasi Password
Untuk memberikan fungsi password verifikasi lakukan kebutuhan password antara lain :
1.      Panjang minimun 4 karakter
2.      Password tidak boleh sama dengan Username
3.      Password harus memiliki sedikitnya 1 huruf, 1 angka, dan 1 huruf khusus
Mengawasi Aktifitas yang Mencurigakan
Mengawasi atau mengaudit harus menyatu dengan prosedur keamanan. Berikut hal yang harus diperhatikan dalam melakukan audit dalam database Oracle antara lain :
1.      Melakukan Pengauditan Wajib
2.      Standart Database Auditing
3.      Fine-Granted Auditing (FGA)
Standart Database Auditing
Diaktifkan melalui parameter AUDIT_TRAIL
1.      NONE       : Mematikan kumpulan history dari audit
2.      DB                        : Mengaktifkan Audit dari data yang ada di database
3.      OS             : Mengaktifkan audit dari OS
Yang dapat di audit yaitu :
1.                  Event Login
2.                  Hak Akses System
3.                  Hak Akses Object
Fine-Granted Auditing (FGA)
Mengawasi data yang diakses berdasarkan isi
Audit SELECT, INSERT, UPDATE, DELETE
Dapat dihubungkan ke tabel atau view
Menghubungkan dengan paket DBMS_FGA

 

System and Database Performance

Data Dictionary

Select * From dictionary

Perintah tersebut  diatas akan menampilkan semua nama user dan privilagenya. Disana kita juga dapat melihat tabel apa saja pada setiap user serta apapun yang berhubungan dengan sistem.

Jika Data Dictionary dalam pencarian dengan memberikan “dba_” maka akan menampilkan semua yang berhubungan dengan database.

Jika “all_” maka kita akan dapat melihat user siapa saja yang sedang login saat itu dan grand yang diberikan kepada setiap user.

Jika “user_” maka kita dapat melihat user yang sedang login saja.

Misalkan ada user DBA, HR, SCOTT (seperti pada gambar 1) dan dimasing-masing user tersebut mempunyai objek sendiri-sendiri. Tabel setiap userpun dapat disamakan persis nama dan isinya (Struktur dan Objeknya).

Gambar 2 Contoh Role

Role

Role adalah penggabungan beberapa fungsi yang dapat dipanggil dengan membuat satu paket tempat untuk dijadikan tampungan beberapa fungsi tersebut dan dapat dipanggil sesuai dengan kebutuhan.
Misalnya, dari gambar diatas adalah jika terdapat User A dan User B yang masing-masing user tersebut dapat melakukan select, update, dan juga delete dan mempunyai hak dan grand dalam mengakses Tabel A. Maka setidaknya untuk meringkas ebuah proses tersebut kita membutuhkan Role. Katakan saja kita membuat select, update dan delete untuk Tabel A dan kemudian kita konekkan setiap user yang membutuhkan perintah tersebut terhadap role yang sudah dibuat.

Optimasi Database

  • Partioning
  • Raw Partition Vs File System
  • Indexing
  • Denormalization
  • Clustering
  • Interleaving Data
  • Free Space
Data Availability dan Performance Management
Data Availability
Arti
–   Data Availability adalah ketersediaan data pada database yang diakses semua user dan dapat diperoleh setiap saat ketika dibutuhkan.
–   Simpelnya : Data Availability dimaksudkan sebagai suatu kesiapan data dimana ketika user membutuhkan data tersebut maka data tersebut merespon secara langsung.
–   Secara tidak langsung ketersediaan data tersebut selalu dipengaruhi oleh beberapa hal, salah satunya yang paling penting adalah Disaster Recovery. Disaster recovery ini bias terjadi karena virus atau manusia itu sendiri. Seorang DBA (Database Administrator) setidaknya melihat apakah database tersebut terancam oleh sesuatu hal. Jika iya, maka DBA harus menyediakan plan b (atau strategi cadangan) dalam mengantisipasi pencegahan/penanggulangannya (bias dikatakan siap siaga – jaga-jaga).
Komponen
a.       Manageability – Dapat di manage sesuai kebutuhan
b.      Recoverability – Data dapat direcover
c.       Reliability – Data termasuk reliabilitas
d.      Serviceability – Pelayanan dalam menangani proses maupun data
Keunggulan
Ø      Dapat diakses dari jarak jauh
Ø      Data tersedia saat dibutuhkan
Ø      Kemampuan penghapusan data yang sudah tidak diperlukan lagi
  1. Performance Management
+        Kemampuan dalam menanggapi kinerja sebuah aplikasi, server, jaringan, dekstop, maupun database itu sendiri.
+        Mengoptimalkan sumber daya untuk meningkatkan kemampuan melewatkan data, memperkecil terjadinya crash dalam suatu proses serta menangani beban.
+        Dalam aturannya setidaknya seorang DBA menggunakan aturan 80/20. Maksudnya yakni, aturan yang 80% adalah dari hasil dan 20% adalah dari usaha. Bagaimana bias? Kuncinya adalah F.O.K.U.S. – FOKUS pada suatu masalah yang dihadapi; masalahnya apa, maka langsung dibuatkan solusinya; Jangan terpancing pada efek solusi atau masalah tersebut.
+        5 faktor yang mempengaruhi Kinerja Database : (1) Workload (Beban Kerja). Biasanya seperti transaksi online, banyak proses yang menumpuk yang sedang berjalan, ad hoc query, analisis data warehouse, dan sistem command yang datang beberapa kali. (2) Throughput. Throughput merupakan kemampuan sebuah computer dalam memproses data. (3) Resources (Sumber Daya). Ex. Software and Hardware (4) Optimization (Optimasi). Optimasi database, memformula query dls. (5) Contention (Kres). Kondisi di mana dua atau lebih komponen dari beban kerja sedang mencoba untuk menggunakan satu sumber daya dengan cara yang bertentangan. Seiring dengan peningkatan ke-kres-an data serta penuruanan data yang melewati proses.
+        Sebenarnya Kinerja terdiri dari monitoring, analisis, dan evaluasi, sedangkan untuk kegiatan monitoring hanya mengidentifikasi sebuah masalah saja.
Gambar 1 – Monitoring Vs Management
+        Dasar Kerja DBMS :
·        Jangan terlalu mengotak atik – Jika seorang DBA yang sudah mahir dan iseng-iseng mengotak atik database biasanya dapat berakibat positif dan negatif pada databasenya. Bisa jadi database semakin bagus performanya atau bahkan database dapat menjadi kacau.
·        Fokus – Dalam bahasan fokus ini adalah hal terpenting dari seorang DBA yang sudah dijelaskan diatas.
·        Jangan Panik – Kerumitan sebuah database biasanya membuat DBA menjadi semakin penasaran dalam mengotak-atik, akan tetapi dapat juga yang diotak-atik tersebut databasnya menjadi kacau. Nah, ini yang menjadi masalah yang dihadapi oleh DBA – tidak di otak-atik pun juga dapat kacau dan tidak terkendali oleh beberapa faktor (hacker, orang yang iseng mengubah, dls) sehingga seorang DBA dituntut untuk tetap tenang dan tidak panik dalam menghadapi masalah apapun yang berhubungan dengan database yang ditangani.
·        Pengkomunikasian dengan jelas – Seorang DBA tidak bekerja sendiri akan tetapi bekerja dengan suatu organisasi atau pihak yang bersangkutan dimana data yang dimiliki oleh perusahaan tersebut setidaknya dikomunikasikan dengan pihak DBA dengan saling berkomunikasi sehingga database yang akan dibuat akan menjadi jelas akan kebutuhannya.
·        Menerima Kenyataan – Seorang DBA jangan berpedoman pada diri sendiri. Jika tidak bisa suatu program tertentu maka tidak dikerjakan atau harus menggunakan program yang menurut kemampuan DBA bisa ditangani. Hal tersebut salah bagi seorang DBA. DBA harus bisa mengkomunikasikan dengan kebutuhan bahasa pemrograman yang bersangkutan, apapun itu.
  1. Keterkaitan Data Availability dan Performance Management
Jadi disini dapat kita simpulkan bahwasanya ketersediaan data akan langsung direspon oleh kinerja komputer dalam kecepatan/ketanggapan merespon data yang diproses.
  1. Oracle 10g – 10.2.0 – db – Network – Listener.ora
Oracle 10.2.0.1.0 – Oracle 10 versi 2.0 release 1.0
Listener.ora -> Fungsinya : Mendengarkan respon, dalam satu server kita dapat membuat lebih dari satu listener.
Tnsname -> Membuat servername -> Nama yang dibuat untuk database.
Isi dari listener.ora :
ORA10G = (DESCRIPTION = (ADDRESS = (PROTOCOL = TCP)(HOST = LOCALHOST)(PORT = 1521))(CONNECT_DATA = (SERVER = DEDICATED)(SERVICE_NAME = Ora10g)))
Contoh misalnya database 172.25.82.15 -> Koneksiku = (description = (address = (protocol = TCP)(host = 172.25.82.15)(port = 1521))(connect_data = (server = dedicated)(services_name = ora10g)
Server :
  1. Dedicated (default) – jika ada satu request langsung dilayani sampai selesai. First come first serve. Request langsung respon.
  2. Share – Melayani banyak request secara bersamaan.

Buffer Pool

Adalah sebagian kecil dari penyimpanan memori database yang dibutuhkan. Di Buffer Pool ini juga menyimpan query dan hasil dari query tersebut serta merecord seberapa sering user menggunakan perintah select, update, delete, dls, sehingga dapat diketahui jika penggunaan tersebut terlalu sering maka dapat dipastikan meng-hang-kan PC jika memori tidak mencukupi.
C:\Oracle\Product\10.2.0\admin\pfile – Dalam folder ini terdapat file yang termasuk dari otak database karena dalam file tersebut terdapat alamat-alamat yang dituju atau perintah-perintah alamat yang dituju oleh database. Jika file ini dihapus maka akan merusak database dalam sesaat.
Database Change Management
Database Change Management adalah proses menentukan apa yang harus dilakukan perubahan ke database, menentukan perubahan tersebut, untuk mengevaluasi dampak dari perubahan dan kemudian mengubah penyebaran mereka. Perubahan pada skema database mungkin diperlukan untuk beberapa alasan, termasuk persyaratan bisnis baru, merger, perubahan undang-undang dan meminta perubahan lingkungan. Skema perubahan mungkin melibatkan perubahan pada dua objek database logis (misalnya, tabel, kolom, kunci primer dan kendala) dan objek database fisik (misalnya, database, ruang meja, kolam buffer dan indeks).
Typical database environment
Database adalah sekumpulan data yang saling berhubungan dan memiliki kerkaitan satu sama lain. Fokus dalam database adalah sebuah relasi walaupun kadang ada sebuah data yang tidak memiliki relasi dalam database.
RDBMS (Relational Database Management System)
* Dalam setiap database pasti memiliku RDBMS
* Manajemen database sama seperti DBMS
* Contoh RDBMS adalah My SQL Server, Oracle, dll
* Jika DBMS memiliki contoh yaitu My SQL dan Acces
Ciri – ciri dari RDBMS adalah :
* ruang lingkupnya lebih besar dari pada DBMS
* Dapat mengatur hak akses setiap user
* Dapat mengatur dan memanajemen database
* Fokus pada distribusi database (dengan kata lain tidak terpusat)
* Dan tersingkronisasi
Manajemen Disiplin
* Reaktif : masalah sudah ada, dan bagaimana menghadapinya
* Proaktif : Menghindari masalah, ini dimaksudkan masalah apa yang akan dihadapai kata lainnya yaitu menghindari resiko – resiko.
DBA (Database Adminitrator)
Apabila Kita berbicara tentang DBA (Database Administrator) merupakan hal yang penting, karena DBA (Database Administrator) harus diposisikan dalam menajemen menengah puncak dalam sebuah organisasi. Ini disebabkan karena DBA (Database Administrator) sangat bertanggung jawab secara teknis menjalankan tugas – tugas yang memang penting dalam organisasi tersebut.

 

dika calendar

September 2017
S S R K J S M
« Okt    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

dika 27

kategori